![]() |
| Foto: Nona Mey Lamanepa |
Sagu – Ketiadaan jembatan penghubung antara Kampung Binongko dan Kampung Lewopulo di Desa Sagu masih menjadi kendala yang dihadapi masyarakat setempat. Hingga saat ini, warga yang hendak bepergian dari satu kampung ke kampung lainnya harus melintasi sungai secara langsung karena belum tersedia jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat menjadi tidak mudah, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Warga harus berhati-hati saat menyeberang agar terhindar dari risiko terpeleset atau terbawa arus. Meski demikian, jalur tersebut tetap digunakan setiap hari karena menjadi akses penting bagi masyarakat yang ingin mengunjungi keluarga, berkebun, berdagang, maupun menjalankan berbagai aktivitas sosial lainnya.
Di musim kemarau, sungai relatif lebih mudah dilintasi karena volume air berkurang. Namun, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, warga kerap harus menunggu hingga kondisi air surut sebelum berani menyeberang. Situasi ini juga berdampak pada mobilitas anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas pelayanan publik.
Sejumlah warga berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membangun jembatan penghubung yang layak. Kehadiran jembatan dinilai sangat penting karena tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Selain menjadi jalur penghubung antarpermukiman, ruas jalan antara Kampung Binongko dan Kampung Lewopulo juga memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan ekonomi warga. Banyak masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, hasil kebun, maupun kebutuhan rumah tangga.
Tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa pembangunan jembatan akan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan aksesibilitas yang selama ini dihadapi warga. Dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, hubungan sosial dan aktivitas ekonomi antarwarga kedua kampung dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
Hingga kini, masyarakat tetap berharap agar impian memiliki jembatan penghubung dapat segera terwujud. Bagi warga Desa Sagu, jembatan bukan sekadar sarana penyeberangan, melainkan kebutuhan mendasar yang akan membuka akses lebih baik bagi kehidupan dan pembangunan di wilayah tersebut.

