![]() |
| Foto: Kantor Camat Adonara |
Sagu – Di tengah permukiman warga Desa Sagu berdiri sebuah tugu makam tua yang menyimpan kisah sejarah masa kolonial Belanda. Tugu tersebut merupakan penanda makam Luitje van Der Borg, seorang letnan Angkatan Laut Belanda yang dilaporkan tewas pada tahun 1904 dalam peristiwa yang dikenal masyarakat setempat sebagai Perang "Hongi Hinga".
Meski telah berusia lebih dari satu abad, tugu makam tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menarik perhatian masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Desa Sagu. Letaknya yang berada di tengah kawasan permukiman warga menjadikan situs bersejarah ini mudah dijangkau dan sering dikunjungi wisatawan yang tertarik mempelajari jejak sejarah kolonial di Pulau Adonara.
Menurut penuturan warga setempat, makam tersebut telah lama menjadi bagian dari lanskap Desa Sagu. Generasi demi generasi mengenal lokasi itu sebagai salah satu saksi bisu peristiwa konflik antara pasukan kolonial Belanda dan masyarakat lokal pada awal abad ke-20.
Tugu peringatan yang dibangun di atas makam memberikan penanda bahwa lokasi tersebut memiliki nilai sejarah penting. Sejumlah wisatawan, peneliti, maupun pegiat sejarah kerap datang untuk melihat langsung makam tersebut sekaligus menggali informasi mengenai Perang Hongi Hinga yang pernah terjadi di wilayah itu.
Selain memiliki nilai historis, keberadaan makam juga menjadi daya tarik wisata sejarah yang unik. Di tengah perkembangan desa dan bertambahnya jumlah rumah penduduk, situs tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan masa lalu yang patut dijaga keberadaannya.
Tokoh masyarakat Desa Sagu berharap situs makam bersejarah tersebut dapat terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai media pembelajaran sejarah lokal. Menurut mereka, peninggalan sejarah seperti makam Luitje van Der Borg memiliki nilai penting untuk membantu masyarakat memahami perjalanan sejarah daerahnya.
Keberadaan Tugu Makam Luitje van Der Borg menjadi pengingat bahwa Desa Sagu tidak hanya memiliki kekayaan alam dan budaya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Adonara. Hingga kini, situs tersebut tetap berdiri sebagai saksi bisu peristiwa masa lalu sekaligus menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Flores Timur.
![]() |
Foto: Simon Nany |
![]() |
Foto: Simon Nany |
![]() |
Foto: Simon Nany |
![]() |
| Foto: Kantor Camat Adonara |





Mohon untuk di jaga dan di pasang pagar... sudah terlihat banyak coretan warna warni yang tidak pantas๐๐
BalasHapus